
H. Mas Husin, M.Pd secara resmi terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah MWC NU Waru masa khidmat 2026-2031 dalam Konferensi MWCNU Waru di Gedung MWCNU Waru, Sabtu (31/1/2026) tengah malam. Mas Husin terpilih setelah melewati sistem voting atau pemungutan suara. Mas Husin mendapatkan sebanyak 18 suara sedangkan M. Ifdlolul Maghfur mendapatkan suara sebanyak 11.
Dalam proses penjaringan sebagai bakal calon, sempat muncul beberapa nama diantaranya, Mas Husin mendapatkan 15 suara, M. Ifdlolul Maghfur mendapatkan 10 suara, KH Fakhrurrozi yang juga ketua demisioner mendapatkan 1 suara, Saifullah Umar mendapatkan 2 suara dan Nuruddin mendapatkan 1 suara.
Berdasarkan pada tata tertib (TATIB) Konferensi agar dapat menjadi calon ketua Tanfidziyah harus mengantongi minimal 7 suara, dengan demikian yang berhak maju menjadi calon pada pemilihan adalah Mas Husin dan Gus Ifdlol. Sebelum dilakukan voting tertutup dari utusan PRNU, berdasar AD/ART NU kedua calon tersebut dimintakan persetujuan kepada Rais Aam terpilih KH. Nur Cholis. Sesuai hasil musyawarah ahlul halli wal aqdi (AHWA), Rais Aam meminta untuk menerima siapapun calon yang akan maju dalam pemilihan.
Setelah mendapat persetujuan dari Rais Aam, selanjutnya dilakukan pemilihan calon ketua Tanfidziyah MWCNU Waru masa khidmat 2026-2031. Pada kegiatan sidang pleno dipimpin H. Maher Amin,w sejak awal suara Mas Husin dan Gus Ifdlol selisih tipis. Melihat hasil suara pada tahapan penentuan bakal calon, belum ada yang dapat memprediksi siapa ketua terpilih karena keduanya mempunya basis pendukung yang sama-sama kuat.
Proses pemilihan ketua umum MWCNU Waru berlangsung sejak pukul 23.00 WIB hingga pukul 23.45 WIB, suasana gedung lantai 3 MWCNU Waru dipenuhi peserta dan sejumlah peninjau dari badan otonom NU dan simpatisan NU yang setia menunggu hasil sidang pleno pemilihan ketua Tanfidziyah.
Konferensi MWCNU Waru yang berlangsung khidmat dan meriah diakhiri dengan “kenduren” dan belah duren semakin menambah suasana yang penuh kehangatan di tengah guyuran hujan.
(Ummi)