
Lagi, kejadian lucu dan menggelitik dialami oleh anggota Fatayat NU Waru. Kali ini tentang sepatu selingkuh.
Saat acara pertemuan rutin usai, satu persatu anggota meninggalkan gedung NU Pepelegi. Sekilas tidak ada kejanggalan. Seperti pertemuan-pertemuan rutin lainnya, jamaah yang hadir harus melepas alas kaki karena acara berlangsung lesehan sehingga saat pulang para jamaah pun harus mencari alas kakinya masing-masing.
Keanehan mulai terlihat saat salah satu pengurus Fatayat NU Waru hendak pulang dan mencari sepatunya yang tak kunjung ditemukan. Cukup lama ia mencari, tenaganya yang telah diisi semangkuk baksopun mulai habis tatkala dia harus memilah satu per satu sepatu yang menjadi jodoh sepatunya dan tak kunjung ketemu sampai seisi gedung mulai habis dan tersisa beberapa orang saja.
Baru setelahnya ia menemukan sepatu sebelah kanan dan kiri dengan warna sama tetapi model dan ukuran yang berbeda.
“Owalah, sopo yo seng selingkuh dengan sepatuku” Gumamnya sambil menghibur hati yang sedikit kesal namun justru disambut tawa eh sahabat-sahabat yang menyaksikannya.
Sampai cerita ini ditulis belum ada laporan dari pemilik sepatu yang salah pasang tersebut. Cukup sekali ini saja sahabat, jangan sering-sering sehingga tidak bermunculan korban lagi. (Ummi)