
Selalu ada cerita menggelitik disela-sela kegiatan. Kali ini datang dari Muktamar ke 35 NU yang dihelat di Jombang.
Sebut saja Yasmin, salah satu ROMLA (Rombongan Lillahi Ta’ala) dari anggota Fatayat NU Waru ini bertolak dari Waru bakda isya’ bersama sahabat-sahabat yang lain.
Rupanya Yasmin ini berangkat dalam keadaan tidak sehat, hingga sebelum keberangkatan dia sudah berkali-kali keluar masuk kamar kecil untuk menuntaskan hajatnya.
Meski harus muter-muter mencari rute yang lengang untuk parkir, Yasmin beserta rombongan akhirnya tiba di lokasi Muktamar dan langsung menuju maqbarah KH. Abdul Wahab Hasbullah.
Kalau yang lain langsung ke maqbarah, mata Yasmin langsung mencari toilet. Wajahnya nampak sumringah begitu bertemu toilet.
Dia melihat tulisan TOILET WANITA di dinding depan kamar mandi. Letaknya bersebelahan dengan TOILET LAKI-LAKI.w
Dengan terburu-buru dia menuju toilet yang berjajar-jajar. Saat hendak masuk toilet, Yasmin melihat ada jamaah putra keluar dari toilet khusus wanita tersebut. Ia bergumam “Gimana bapak ini kok gak tertib, ini kan khusus wanita”, sembari menutup pintu toilet.
Usai qadlil hajat, Yasmin keluar toilet dan ia menjumpai jamaah putra juga masuk di barisan toilet yang sama. Ia kembali menggerutu “harusnya ada penjaga disini biar ada yang mengarahkan toilet sesuai gendernya” gumamnya dalam hati.
Sesampainya didepan pintu keluar toilet, ia melihat ada jamaah putri yang masuk toilet dari arah yang berbeda yang menurutnya itu adalah pintu masuk toilet putra. Yasmin dibuat penasaran “Jane seng salah iki sopo? (sebenarnya yang salah ini siapa?) tanyanya.
Yasmin menengok tulisan besar-besar yang terpampang diatas pintu masuk ” TOILET LAKI-LAKI”. Walhasil, ternyata ia memang salah masuk. “Pantesan…!” ia menggerutu sambil menahan malu.
Pantas saja sewaktu masuk, beberapa jamaah putra melihatnya dengan tatapan berbeda. Rupanya ini efek dari diarenya sehingga tergesa-gesa Toilet pria dikira wanita. (Ummi)