Lompat ke konten

Metamorfosa Denwanser Menjadi Garfa

Foto Bersama GARFA usai penyerahan Denwanser kepada PAC. Fatayat NU Waru

Riuh pukulan rebana dari Grup Rebana Salsabila Nada milik PAC. Fatayat NU Waru menjadi penanda diserahkannya DENWATSER (Detasemen Wanita Serbaguna) ke pangkuan Fatayat NU menjadi GARFA (Garda Fatayat NU).

Acara yang berlangsung di halaman Masjid Sabilillah Alang-alang, menjadi saksi bahwa peran DENWATSER diambil alih oleh GARFA.

Prosesi penyerahan ini disaksikan oleh seluruh anggota fatayat NU se-anak cabang Waru dan dihadiri oleh pengurus fatayat NU Waru, tamu undangan dan banom NU.

Pemakaian atribut GARFA oleh Sahabat Sukron Makmun selaku ketua PAC. GP. Anshor Waru dan Sahabat Wawan sebagai Komandan BANSER Alang-alang kepada Sahabat Amilia dan Sahabat Izzatul Ummah sebagai anggota GARFA WARU menjadi simbol bahwa DENWATSER resmi hijrah menjadi GARFA.

Penyerahan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk komitmen bersama untuk terus memperkuat peran perempuan muda dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelayanan masyarakat dengan wajah yang lebih feminin, elegan tapi tegas dan berwibawa.

Naharul Qiroah yang bertempat di Pimpinan Ranting Alang-alang kali ini diisi oleh Bunyai Hj. Islakhati Ainun, S.Ag menjadi lebih hidup dengan adanya GARFA sebagai protokoler dalam pengawalan tokoh penting terutama tokoh wanita seperti bunyai. Beliau begitu antusias ketika beliau dikawal GARFA.

“Wah, nek onok GARFA ngene yo luweh seneng aku gak isin, timbang biasae dikawal cacak BANSER”, ujar beliau mengakhiri sesi jamuan ringan sebelum naik panggung mengisi pengajian naharul qiroah siang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *