Lompat ke konten

Kajian Ramadlan MWCNU Waru : Angkat Tafsir Jalalain tentang Amanah Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Waru kembali menggelar Kajian Ramadlan Malam Jum’at pada Kamis malam, 12 Maret 2026 dimulai pukul 20.30 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Kantor MWCNU Waru ini menghadirkan pengajian kitab Tafsir Jalalain yang disampaikan oleh KH. Nur Kholis Aziz Al Hafidz, Rais Syuriyah MWCNU Waru.

Pada pertemuan terakhir kajian Ramadlan tahun ini, KH. Nur Kholis Aziz mengupas Surat Al-Baqarah ayat 30–33 yang menceritakan kisah penciptaan Nabi Adam AS sebagai khalifah di bumi. Dalam penjelasannya, beliau menguraikan dialog antara Allah SWT dan para malaikat terkait potensi manusia yang bisa saja menimbulkan kerusakan di bumi.

Namun demikian, Allah SWT menunjukkan keistimewaan manusia melalui ilmu pengetahuan yang diberikan kepada Nabi Adam, yakni kemampuan mengetahui dan menyebutkan nama-nama benda. Keunggulan ini menjadi bukti bahwa manusia memiliki potensi besar untuk mengelola dan memakmurkan bumi.

Melalui ayat-ayat ini, Allah menegaskan bahwa manusia diberi amanah sebagai khalifah di bumi. Amanah tersebut harus dijalankan dengan ilmu, kebijaksanaan, dan keadilan,” jelas KH. Nur Kholis Aziz di hadapan para jamaah.

Kegiatan pengajian ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian MWCNU Waru, para ketua ranting, ketua badan otonom (Banom), ketua lembaga beserta jajarannya, para kyai, ustadz, tokoh masyarakat, serta jamaah muslimin dan muslimat warga Nahdlatul Ulama di wilayah Waru.

Kajian Ramadlan Malam Jum’at tersebut merupakan salah satu dari sepuluh rangkaian kegiatan “Ramadlan Maghfiroh” MWCNU Waru yang mengusung tema “Moment Perubahan Diri Menjadi Lebih Baik dan Tangguh.”

Selain kajian kitab, rangkaian kegiatan Ramadlan Maghfiroh juga diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial, di antaranya sholat Isya’, Tarawih, Witir dan tadarus bersama, Safari Ramadlan PCNU Sidoarjo, Safari Ramadlan LDNU, Santunan Keren dan Ngaji Kolaboratif Fatayat NU, peringatan Nuzulul Qur’an oleh Muslimat NU, pembagian takjil oleh IPNU dan IPPNU, Halaqoh Khotmil Qur’an oleh PERGUNU, Pos Jaga dan Tadarus Ranting Pagar Nusa, serta Posko Ramadlan dan santunan dhuafa yang diselenggarakan GP Ansor.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, MWCNU Waru berharap bulan suci Ramadlan menjadi momentum bagi warga Nahdliyin untuk memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *