Lompat ke konten

Kado Harlah ke-76, PAC. GP. Ansor Waru Serahkan Pengelolaan Pesantren At-Tauhid Putri ke PAC. Fatayat NU Waru

Penyerahan Pengelolaan Pesantren Yatim At-Tauhid Putri dari oleh Ketua PAC. GP. Andor Waru kepada Ketua PAC. Fatayat NU Waru

WARU, SIDOARJO – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Fatayat NU ke-76, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Waru memberikan kado istimewa dengan menyerahkan pengelolaan Pondok Pesantren At-Tauhid Putri kepada Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Waru. Acara serah terima berlangsung khidmat pada Ahad, 10 Mei 2026, bertempat di Alang-Alang, Waru, Sidoarjo.

Serah terima ini menjadi kado Harlah ke-76 Fatayat NU Waru sekaligus ikhtiar memperkuat peran perempuan NU dalam pendidikan pesantren.

Prosesi dilakukan langsung oleh Ketua PAC GP Ansor Waru, Sahabat Sukron Ma’mun kepada Ketua PAC Fatayat NU Waru, Sahabati Ummi Nahdliyah, M.Pd.I Turut hadir dan menyaksikan jajaran Banom NU ranting Alang-alang, pembina PAC Fatayat NU Waru dan anggota Fatayat Se kecamatan Waru.

Ketua PAC GP Ansor Waru menyampaikan bahwa penyerahan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengasuhan santriwati. “Fatayat NU memiliki perhatian dan kapasitas lebih dalam pembinaan generasi muslimah. Ini bentuk khidmat Ansor untuk umat sekaligus penguatan sinergi antar Banom NU,” ujarnya. Langkah ini juga hasil musyawarah bersama yayasan dan pengasuh pondok pesantren At Tauhid Waru demi keberlanjutan pesantren.

Acara penyerahan pondok pesantren putri At Tauhid termasuk salah satu rangkaian acara Naharul Qiro’ah yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat nabi , khususiyah/kirim do’a untuk ahli kubur, dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Fatayat NU, sambutan Ketua PAC Fatayat NU Waru, pembacaan narasi serah terima oleh perwakilan GP Ansor Waru dan penandatanganan berita acara serah terima secara simbolis dari Ketua PAC GP Ansor Waru kepada Ketua PAC Fatayat NU Waru. Ketua PAC Fatayat NU Waru menyatakan siap mengemban amanah. “Kami berkomitmen menjaga tradisi pesantren, meningkatkan mutu pendidikan santriwati, dan mencetak kader muslimah Aswaja yang berdaya,” tegasnya.

Pesantren At-Tauhid Putri saat ini memiliki 7 santri yatim yang berdomisili di Dusun Belahan Wedoro. Semua santri yang belajar pesantren ini akan mendapatkan pembiayaan pendidikan mulai dari jenjang SD-Perguruan Tinggi dan uang saku selama mereka belajar di Pesantren.

Kegiatan diakhiri dengan ceramah agama serta do’a oleh ibu nyai Hj. Islakhati Ainun , S.Ag. (Ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *